18 November 2014
Dia yang terlalu cepat datang dalam
mimpiku. Dia yang terlalu cepat mampir dalam benakku. Entah mengapa aku menulis
ini dan merisaukan rasa ini, walaupun aku yakin dia bukanlah dermagaku dan rasa
ini hanya sebuah pelabuhan kecil di negara yang terlalu indah untukku..
Kau tahu kucoba untuk menggantikan
setiap bayangan yang datang dengan memikirkan seseorang yang lain. Seseorang
yang entah benar atau tidak masih berdiri disana menanti aku berjalan perlahan
kearahnya. Seseorang yang seharusnya mendominasi hati dan pikiranku mengingat
bukan sebulan dua bulan kami mengenal. Bukan sekali dua kali kami bertemu dan
bukan jarang kami saling menopang. Tapi sialnya malam ini terutama hari ini
hatiku memilih membayangmu. Kamu yang bahkan bayangannya masih terasa asing dihidupku.
Kamu yang tak pernah terpikir dapat hadir dalam benakku sekarang. Dan kamu
adalah satu alasan yang selalu membuatku duduk dibelakang. Karna tak butuh
alasan untuk setiap detiknya mataku menyadari sosokmu disekitarku. Setiap
senyum tawa darimu selalu membuatku tersenyum lebih dari sebelumnya. Aku hanya
berfikir mungkin ini rasa sesaat dan aku yakini itu memang hanya rasa sesaat..
Aku hanya mencoba bersabar atas rasa ini dan menunggu ia pudar dengan
berjalannya waktu. Okeeee sekarang ayo kita pikirkan kenapa aku hari ini
terlalu memikirkanmu ?? Huuuuft kenapa aku amat sangat terlalu memikirkanmu
hari ini mister ?? Atau karna aku melihat ada yang berbeda dari matamu hari ini
?? Ada kabut di sana, kabut yang muncul entah untuk siapa atau karna apa.. Dan
kau tahu didetik itu juga aku berharap menjadi sahabatmu bukan hanya kenalanmu.
Entah apa yang terjdi padamu ketika semua orang tertawa kau hanya tersenyum
sekilas menampakkan wajah tanpa semangat berarti. Aku dan kau yang selalu
berceloteh tiap kita bersama. Aku yang memancingmu dengan bertindak bodoh saat
pelajaran, dan kamu tertawa mendengar candaku.
Entah bagaimana aku selalu menunggumu disuatu tempat yang gak mungkin kau datangi.
Dan saat aku bertemu denganmu.
Kamu selalu menanyakan hal yang sama tiap bertemu denganku.
"Tahu imah dimana ?? Salamin ya buat dia"
Tanpa sadar aku terlalu memperhatikanmu. Tanpa sadar aku tahu kebiasaanmu setiap bertemu seseorang pasti menanyakan mbak imah..
Kau tahu besuk ketika bertemu sebelum kamu bersuara aku akan menyuarakan setiap kata persis sepertimu.
Hei kamu yang entah bagaimana mendominasiku malam ini, aku merasa rasa ini akan cepat beralih atau mungkin tidak yang jelas aku ingin kamu bahagia..
Entah bagaimana aku selalu menunggumu disuatu tempat yang gak mungkin kau datangi.
Dan saat aku bertemu denganmu.
Kamu selalu menanyakan hal yang sama tiap bertemu denganku.
"Tahu imah dimana ?? Salamin ya buat dia"
Tanpa sadar aku terlalu memperhatikanmu. Tanpa sadar aku tahu kebiasaanmu setiap bertemu seseorang pasti menanyakan mbak imah..
Kau tahu besuk ketika bertemu sebelum kamu bersuara aku akan menyuarakan setiap kata persis sepertimu.
Hei kamu yang entah bagaimana mendominasiku malam ini, aku merasa rasa ini akan cepat beralih atau mungkin tidak yang jelas aku ingin kamu bahagia..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar